Minggu, 09 Desember 2012

Mencerdaskan Anak Bangsa atau Sekedar Berbisnis Bimbingan Belajar


Tumbuhnya berbagai bimbingan belajar menjadi satu fenomena menarik dan menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ketidakpuasan terhadap kondisi pembelajaran di sekolah diyakini sebagai salah satu penyebab tumbuh suburnya berbagai bimbingan belajar tersebut.
Sekolah yang memiliki otoritas sebagai tempat untuk menyelenggarakan pendidikan sering dipertanyakan perannya. Hal ini adalah salah satu masalah yang ada dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Sebagai alternatif belajar di luar sekolah banyak siswa yang menggantungkan harapannya pada bimbingan belajar untuk mendapatkan materi yang tidak diajarkan di sekolah. Dengan adanya proses penerimaan di PTN melalui ujian tertulis semakin menambah daya tarik siswa terhadap bimbingan belajar.
Seiring dengan itu banyak bermunculan bimbingan belajar untuk merespon tantangan ini. Namun, kenyataannya kondisi ini tidak diiringi dengan kesungguhan penyelenggara bimbingan belajar dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Bimbingan Belajar sebagai Alternatif Belajar di Luar Sekolah

 
Dalam upaya untuk ikut mendukung program pemerintah yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa ada sebagian orang mewujudkannya dengan mendirikan bimbingan belajar. Banyak siswa dengan antusias mengikuti bimbingan belajar terutama bagi mereka yang ingin mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Pada kenyataannya belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Tetapi, juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar yang efektif, kiat-kiat belajar di perguruan tinggi, maupun informasi seputar perguruan tinggi.
Pada awalnya bimbingan belajar dibentuk untuk membantu siswa SMA yang baru lulus dalam menghadapi ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi negeri memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra.

Pada masa itu perguruan tinggi negeri menjadi pilihan terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena belum banyak pilihan perguruan tinggi lain dan biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau.
Keterbatasan sistem yang berlaku di sekolah juga ikut memicu tumbuhnya berbagai bimbingan belajar. Kemampuan guru yang terbatas, kurangnya fasilitas belajar yang memadai, serta tuntutan kurikulum yang tidak realistis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar di luar sekolah. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.
Peluang ini yang dilihat oleh pengelola bimbel yang kemudian direspon dengan mendirikan Bimbingan Belajar. Dari segi bisnis hal ini memang terlihat sangat menjanjikan dan menggiurkan. Selain itu segi bisnis ada pula bimbel yang didirikan dengan faktor ideologis dengan keinginan untuk mendekatkan dakwah dengan pelajar.

Salah satu tolok ukur keberhasilan suatu bimbingan belajar adalah jumlah siswa yang berhasil lulus ke perguruan tinggi negeri. Namun, hasil yang telah dicapai ini masih menyisakan pertanyaan. Seberapa besar peran bimbel membantu siswa lulus dalam SPMB. Ini bisa dilihat dari jumlah siswa  yang telah ikut mulai dari program reguler yang lulus dibanding siswa yang hanya ikut di program intensif.
Menjadikan banyaknya siswa yang lolos ke PTN sebagai tolok ukur keberhasilan suatu bimbingan belajar adalah sesuatu masih perlu dipertanyakan. Bimbingan belajar tidak sepenuhnya berhak mengklaim sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kelulusan siswa ke PTN.

Hal ini tampak dari kehadiran siswa di kelas bimbingan belajar yang tidak menentu. Selain itu perlu dilihat juga apakah mereka yang lulus merupakan siswa yang ikut semenjak program regular atau hanya ikut di program intensif saja.
Kalau tolok ukur keberhasilan dilihat dari banyaknya siswa yang lolos ke PTN saja mengapa bimbingan belajar tidak fokus dengan menyelenggarakan program persiapan masuk PTN (program intensif) saja sehingga lebih kelihatan hasilnya. Jadi penyelenggara bimbingan belajar tidak dapat menggunakan keberhasilan siswa masuk ke PTN sebagai ukuran efektivitas belajar di bimbingan belajar tersebut.
Dalam hal bimbel yang berlatar belakang ideologi tidak dapat dipungkir bahwa faktor ideologi menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bimbel tersebut. Jaringan yang terbangun melalui rohis sangat penting khususnya di masa awal berdirinya bimbel tersebut untuk memperkuat posisinya.

Namun, pada akhirnya kekuatan jaringan itu tidak cukup memadai untuk menopang bimbel tanpa adanya profesionalisme dan pembinaan sumber daya manusia yang kuat di bimbel. Selain itu, kekuatan jaringan justru dapat menjadi bumerang buat bimbel karena bimbel tidak dapat melihat secara riil posisi bimbel yang sebenarnya di mata konsumen dalam hal ini siswa.

Konsumen yang terbentuk melalui jaringan tidak dapat menilai secara objektif terhadap bimbel. Jadi, apakah bimbel tersebut memang benar-benar bimbingan belajar yang layak diikuti (dan perlu) masih menjadi pertanyaan besar.
Merupakan suatu hal yang menggembirakan bila melihat perkembangan bimbel yang amat pesat dan menjelma menjadi bisnis yang berkembang di Indonesia. Namun, pencapaian ini akan menjadi sia-sia apabila tidak disertai dengan evaluasi dan cara pandang yang baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
sumber :http://edukasi.kompasiana.com/2009/11/09/bimbingan-belajar-dan-bisnis-pendidikan/

Cara Memilih Bimbingan Tes/Bimbingan Belajar Yang Baik


Buat kamu yang masih bingung nyari bimbel, khususnya untuk program intensif SNMPTN / SPMB, ada beberapa tips dari saya yang mungkin cukup berguna dalam memilih suatu bimbel.
Susahkah memilih bimbel? Tergantung dari Anda. Kalo kalian udah punya patolan, akan mudah memilih bimbel yang baik. Sebaliknya kalo belum punya patokan, akan susah memilih bimbel, banyak faktor yang mesti diperhatikan, khususnya dalam memilih program intensif SPMB.
Faktor-faktor yang mesti diperhatikan dalam memilih bimbingan belajar :
1. Kualitas pengajarnya, coba cari informasi mengenai pengajarnya serta reputasinya. (Pengajar biasanya lulusan PTN)
2. Pilihlah bimbel yang letaknya strategis dengan tempat tinggal Anda, hal ini dilakukan untuk menghindari kejenuhan atau kebosanan, karena dalam Intensif tiap hari Anda harus bolak-balik dr rumah ke tempat les.
3. Kualitas materi, SPMB mempunyai standar tertentu. Jangan sampai bimbel yang kita pilih tidak mempunyai buku referensi yang jelas dan tidak punya patokan yang jelas, kecuali hanya menjiplak materi bimbel lainnya.
4. Pilihlah bimbel yang silabusnya pengarajarannya dan target jumlah pertemuannya mempunyai rencana yang jelas. Banyak terjadi di bimbel, SPMB sudah tiba, tetapi materi pelajaran belum semua terbahas, hanya karena program mereka tidak terencana dengan baik.
5. Motode pengajaran dan fasilitas, merupakan faktor yang sangat penting, coba lihat fasilitas yg diberikan oleh bimbel. Jangan lupa mengecek kebenaran fasilitas tersebut. Banyak bimbel yg menawarkan fasilitas hanya dr brosur aja, tanpa kepastian yang jelas. Fasilitas tersebut minimal : papan tulis (wajib ada!), ruang ber-AC, Pemeriksaan Try Out dengan komputer SPMB (OMR – OPSCAN 4U – SCANNER), OHP, ruang diskusi, ruang konsultasi, mushola, kantin, dsb, dll.
6. Kalo mw sukses, belajarlah dari orang-orang yang sukses. Pilihlah bimbel yang reputasi sudah diakui secara nasional, misalnya berapa banyak alumni lulusan bimbel tersebut yang diterima di PTN?
7. Pilihlah bimbel yang sesuai dengan keuangan Anda.
8. Ada baiknya (tidak disarankan), pilihlah bimbel yang terdekat dengan kantor pusat cabangnya, atau d’pusat bimbelnya. Kualitas bimbelnya kantor pusat berbeda dengan cabangnya, terlalu jauh dari kantor pusat akan sulit dikontrol oleh pusatnya, buku boleh sama, apakah standar pengajarnya jg sama? Setelah saya menela’ah lebih jauh, bahwa ini murni bisnis. Kantor Cabang berbeda dengan Kantor Pusatnya, banyak kantor cabang yang ingin meraup keuntungan dalam bisnis ini, sehingga menomorduakan yang namanya kualitas dan kuantitas, kejahatan yg sering terjadi ialah banyak kantor cabang yang memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan memilih pengajar yang mematok harga murah.
9. Bimbel yang mahal belum tentu bagus, tidak ada relasi antarkeduanya, bimbel yang mematok biaya yang terlalu tinggi justru menunjukkan manajemen yang tidak baik, terlalu boros dengan dana dan tidak efisien.
oke selamat berjuang..
Untuk lebih memantapkan anda menghadapi SNMPTN silakan kunjungi website prediksi-snmptn.com, dapatkan prediksi soal SNMPTN dan Ebook rahasia sukses SNMPTN yang tidak anda dapatkan di sekolah maupun lemmbaga belajar maupun di toko buku kota anda.
SUMBER : http://spmb2008unsri.wordpress.com/2008/02/20/memilih-bimbel/

Gurulah Perancang Pembelajaran Walaupun Kurikulum akan Berubah


SURABAYA, KOMPAS.com — Pembenahan kompetensi guru lebih mendesak dilakukan dibandingkan perubahan kurikulum pendidikan. Alasannya, sebaik apa pun kurikulum, guru yang menentukan keberhasilan pendidikan.
"Untuk itu, yang mendesak dibutuhkan saat ini adalah guru yang kompeten bukan perubahan kurikulum," kata Daniel M Rosyid, Penasehat Dewan Pendidikan Jawa Timur, di Surabaya, Rabu (5/12/2012).
Daniel menilai, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sekarang diterapkan sebenarnya sudah cukup sesuai dengan kondisi Indonesia, tetapi pelaksanaan di lapangan menjadi jauh dari harapan karena buruknya kualitas guru.
"Jika guru tidak sungguh-sungguh diperbaiki, kita tidak punya masa depan," ujar Daniel yang juga Guru Besar Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Menurut Daniel, langkah perubahan kurikulum yang dilakukan pemerintah justru terkesan menghindari persoalan untuk membenahi kompetensi guru. Sebaik apa pun kurikulum dirancang, tetap guru yang menentukan.
Sugeng, guru kelas VI di SDN Kaliasin III Surabaya, mengakui, guru adalah penentu dari keberhasilan kurikulum. "Apa pun mata pelajarannya tergantung dari cara guru yang menyampaikan. Jika menarik, pasti murid akan senang dengan mata pelajaran itu," ucap Sugeng.

Sabtu, 08 Desember 2012

GRATIS,GRATIS, GRATIS Biaya SNMPTN 2013


DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso, menegaskan bahwa seluruh biaya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) akan ditanggung oleh pemerintah mulai tahun 2013. Dengan demikian, semua siswa memiliki hak untuk ikut serta pada seleksi masuk PTN secara gratis.

"Apapun namanya, undangan atau tertulis, semua lulusan jenjang SMA boleh mendaftar langsung dan gratis," kata Djoko saat ditemui Kompas.com, di Balairung kampus UI, Depok, Rabu (12/9/2012).

Kemendikbud telah berencana sejak lama bahwa seleksi masuk PTN akan digelar dengan gratis untuk mengurangi beban masyarakat terkait biaya pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang mencapai Rp 150.000 per siswa. Pemerintah siap menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk memenuhi rencana tersebut.

Namun demikian, Djoko mengatakan bahwa Majelis Rektor PTN masih merumuskan mekanisme penerimaan mahasiswa di PTN, twrmasuk mengenai bobot nilai yang akan digunakan, antara nilai rapor dan hasil Ujian Nasional (UN). Seleksi masuk PTN dibagi ke beberapa jalur, undangan, tertulis, dan seleksi mandiri di masing-masing perguruan tinggi. Khusus untuk jalur undangan, proporsi siswa yang direkomendasikan oleh sekolah ditentukan oleh akreditasi sekolah tersebut.

Djoko berharap, kebijakan ini akan membuka akses masuk ke PTN makin lebar dan berkeadilan karena memperkecil kemungkinan adanya siswa yang gagal mengikuti SNMPTN karena alasan tak memiliki biaya mendaftar.
Editor :
Caroline Damanik
sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/12/14100339/2013.Biaya.Seleksi.Masuk.PTN.Gratis

TAhun Depan Guru Akan Dibekali Kurikulum 2013


MATARAM, KOMPAS.com - Universitas Mataram yang juga berfungsi sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, akan membekali setiap mahasiswanya, untuk memastikan calon guru memahami kurikulum yang baru.
Setelah lulus dari pendidikan Strata 1 (S-1), lulusan akan mengikuti program profesi guru. Kemudian sebelum masuk program induksi selama satu tahun untuk diperbolehkan mengajar, mereka akan mendapatkan pembekalan kurikulum baru.
Hal itu dikemukakan Rektor Universitas Mataram (Unram) Sunarpi, Sabtu (8/12/2012), seusai uji publik Pengembangan Kurikulum 2013 di kampus Unram, Nusa Tenggara Barat.
Sebelum memberikan pembekalan, kata Sunarpi, pihaknya akan melakukan penyiapan dan penataan kurikulum. Selama uji publik Unram akan memberikan masukan terhadap penyempurnaan kurikulum 2013. "Akan kami sampaikan ke menteri langsung atau melalui laman secepatnya dalam 1-2 hari ini," ujarnya.
Terkait persoalan kekurangan guru di NTB, Sunarpi menjelaskan Unram bekerja sama dengan dinas pendidikan se-NTB menyelenggarakan program pembelajaran di kelas.
"Selama ini telah mengirim para calon guru, di luar KKN (Kuliah Kerja Nyata), untuk mengambil program PKL (praktik kerja lapangan) di sekolah-sekolah," kata Sunarpi.

Ada Nich Beasiswa untuk Siswa Kurang Mampu Khusus Kota Medan


MEDAN, KOMPAS.com — Sebanyak 150 siswa sekolah menengah atas sederajat di Sumatera Utara, yakni dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Karo, yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat beasiswa dari Putera Sampoerna Foundation atau PSF.
"Bantuan pendidikan ini diberikan untuk periode satu tahun, yakni tahun pelajaran 2012/2013 yang mencakup bantuan pembayaran biaya SPP, biaya pembangunan, serta tunjangan pembelian buku pelajaran dan seragam sekolah," kata Direktur Program dan Hubungan Antaralumni Putera Sampoerna Foundation Rini Tampi di Medan, Jumat (30/11/2012).
Ia mengatakan, perbandingan angka partisipasi sekolah (APS) di tingkat SMA dengan tingkat SD dan SMP menunjukkan bahwa siswa-siswi usia 16-18 yang tidak bisa melanjutkan pendidikan justru lebih tinggi dibandingkan dengan siswa berusia 6-12 (tingkat SD) atau siswa usia 13-15 (tingkat SMP).
Faktanya, bantuan operasional sekolah (BOS) sebagai program bantuan pendidikan dari pemerintah di sektor pendidikan belum menargetkan tingkat menengah atas. Putera Sampoerna Foundation (PSF) percaya bahwa untuk meratakan akses pendidikan di Indonesia diperlukan kerja sama dari berbagai pihak.
Pemberian beasiswa dari mitra-mitra PSF merupakan wujud nyata partisipasi dan kontribusi mereka dalam mengurangi angka putus sekolah, khususnya di kalangan remaja.
"Sampai sekarang kami telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 1.000 siswa tingkat SMA di beberapa daerah, seperti di Malang, Denpasar, Karawang, Lumajang, Probolinggo, Lampung, dan tiga daerah di Sumatera Utara," katanya.
Sumber :
Editor :
Benny N Joewono

Berburu Beasiswa ke Jepang

 
KOMPAS.com - Anda adalah seorang guru dan ingin sekali mengecap pelatihan pendidikan di Jepang? Beasiswa ini pantas untuk dikejar.

Pemerintah Jepang kembali membuka kesempatan untuk mengikuti Program Penataran Guru melalui beasiswa Monbukagakusho 2013. Penerima beasiswa ini akan mengikuti program penataran non-gelar selama 1 tahun terhitung mulai dari Oktober 2013.

Syaratnya, kandidat haruslah lulusan S-1 atau D-4 yang mengajar secara aktif di SD, SMP atau SMA/SMK, baik sekolah negeri maupun swasta, paling tidak selama lima tahun pada tanggal 1 April 2013. Kandidat juga harus berusia di bawah 35 tahun pada tanggal tersebut.

Kandidat juga harus bersedia belajar bahasa Jepang karena program beasiswa ini juga meliputi pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan.

Program pelatihan yang ditawarkan meliputi semua bidang kecuali Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di setiap bidang.

Oleh karena itu, dalam pelatihan, para penerima beasiswa akan diberikan pelatihan cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.

Penerima beasiswa akan menerima tiket kelas ekonomi pulang pergi Jakarta - Tokyo, bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran, tunjangan bulanan sebesar 150.000 yen per bulan serta kesempatan untuk tinggal di asrama, namun pembiayaannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

Jika berminat, proses mengajukan aplikasi bisa dilihat di laman resmi beasiswa Monbukagakusho. Pendaftaran ditutup pada tanggal 25 Januari 2013. Informasi selanjutnya bisa ditanyakan dengan mengirimkan email ke beasiswa@dj.mofa.go.jp, atau dengan menghubungi 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176.
Editor :
Caroline Damanik

Sumber

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes