Jumat, 23 November 2012

Kisah Seorang Ibu dan Anak



Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.
=================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.

Kisah Kakek, Cucu, dan Kuda Foni






Alkisah …
Pada suatu hari, sepasang kakek dan nenek dikunjungi Anaknya yang telah berkeluarga beserta cucunya yang berumur 9 Tahun.
Sang Kakek Begitu Bahagia Luar Biasa, karena sudah 10 Tahun Tidak Bertemu.
Sang Kakek lalu mengajak Cucunya jalan-jalan ke Kebun Binatang yang tidak jauh dari rumahnya, dan ketika sampai di Kandang Kuda, sang cucu sangat senang melihat seekor Kuda Poni yang masih Kecil.
“ Kek, belikan aku Kuda Itu .. Dia lucu sekali “ rengek si cucu
“ Tapi .. Kuda itu tidak dijual, Cu .. “ jawab si Kakek
Tapi tetap si Cucu merengek minta dibelikan Kuda, dan singkat cerita karena RASA SAYANGNYA si Kakek kepada cucu satu-satunya, maka sang Kakek Berhasil MERAYU Petugas Kebun Binatang untuk Membeli Kuda Poni tersebut.
Sang cucu Senang Sekali …
Lalu Pulanglah Sang Kakek Menuntun Kuda Poni tersebut menuju rumahnya, ditemani sang cucu yang berjalan di sebelahnya.
Baru 100 Meter berjalan …
Mereka Bertemu dengan 2 orang tetangganya, dan Tetangganya itu berkata :
“ Hai, Kek , wah lucu sekali Kuda Poninya … Tapi kenapa cucu anda tidak dinaikkan saja ke Kuda Poni tersebut, kasihan kan masih kecil sudah disuruh berjalan … “
“ Wah benar juga ya .. “ jawab si Kakek
Akhirnya sang cucu diangkatnya dan didudukkan ke atas Kuda Poni tersebut..
Mereka pun melanjutkan perjalanan..
Lalu 100 meter kemudian …
Mereka bertemu dengan tetangganya yang lain , dan Tetangganya itu berkata :
“ Hai, Kek , wah habis beli Kuda Poni ya Kek … Tapi Kok Kakek Jalan Kaki ?
Seharusnya kan Kakek yang ada diatas kuda Poni tersebut? Kakek kan sudah tua, sedangkan cucu anda ini masih muda, tidak seharusnya dia bermalas-malasan. Anda harus mendidik dia untuk menjadi pemuda yang kuat dengan meyuruhnya berjalan kaki, kalau tidak dia akan jadi pemuda yang cengeng.
Lalu si Kakek Berfikir : “ Iya juga ya .. Terima kasih sarannya “
Akhirnya si Kakek naik ke atas Kuda Poni, dan cucunya gantian berjalan disamping kuda
Lalu 200 meter kemudian …
Mereka bertemu dengan kumpulan Ibu-Ibu , dan Tetangganya itu berkata :
“ Hai, Kek ,dari mana Kuda Poni ini belinya ? … Lho, Tapi Kok Kakek yang naik kuda sedangkan cucu anda yang masih kecil malah jalan kaki, kasian kan .. ? Kenapa cucu anda tidak diajak sekalian naik di atas Kuda Poni tersebut ? Kasihan lho, nanti cucu anda bisa sakit kalau kecapaian ..”
Lalu si Kakek Berfikir : “ Benar juga sich .. Kenapa aku tidak kepikiran dari tadi ya “
Akhirnya si Kakek ikut naik ke atas Kuda Poni, dan mereka berdua ada diatas Kuda Poni.
Belum ada 100 meter mereka melanjutkan perjalanan…
Mereka bertemu dengan PAK RT , dan PAK RT berkata kepada sang Kakek :
“ Selamat siang, Pak , apa kabar ? Eh ini cucunya ya, Pak ?
“Kabar baik, Pak RT, Benar ini cucu saya baru datang dari Kota, kami dari Kebun Binatang dan cucu saya ini minta dibelikan Kuda Poni, yach namanya juga sayang Cucu .. “ jawab si Kakek.
“ Oh begitu … Tapi ngomong-ngomong nich Pak.. Apa Bapak Tidak Kasihan sama Kuda Poni itu. Dia kan masih muda, kok Tega – Teganya Bapak menumpanginya Berdua ? Saya kuatir Kuda ini akan MATI karena terlalu berat menahan beban anda berdua ? Malah kalau bisa Anda menggendong Kuda Poni ini, toh rumah anda sudah tidak jauh lagi … “
“ Wah Pak RT benar juga ya, kalau Kuda Poni ini mati, saya juga yang bakal repot kalau cucu saya menangis dan merengek lagi. Bisa – bisa saya harus beli Kuda Poni lagi. “
Akhirnya, sang kakek dan cucunya turun dari atas kuda poni tersebut, dan Sang Kakek Menggendong Kuda Poni tersebut, dan cucunya berjalan mengikuti di belakangnya.
Lalu ketika mereka hampir sampai rumah, lewatlah sekumpulan Pemuda dan mereka menertawakan sang kakek sambil berkata :
Pemuda 1 : “ Hahaha … Bodoh sekali kakek ini, kok malah menggendong Kuda, bukan menggendong cucu “
Pemuda 2 : “ HAHAHA… IYA BELUM PERNAH AKU menemukan kejadian selucu ini …  kenapa Kuda itu tidak dituntun saja
Sang Kakek terdiam sambil menahan amarah…
Dia sangat kesal mengapa apapun yang dia lakukan, selalu dianggap salah oleh orang lain …
Dari Kisah Ini kita dapat mengambil kesimpulan :
1. Apapun yang anda lakukan PASTI AKAN MENDAPAT KOMENTAR YANG BERBEDA-BEDA dari ORANG LAIN.
2. Jika anda membuat suatu keputusan, Anda harus tegas dan percaya bahwa keputusan yang anda ambil adalah benar, tidak pedulu apapun komentar ORANG LAIN
3. Adalah sangat sulit menjadi seorang Pemimpin, karena mengabulkan keinginan setiap orang itu adalah suatu HAL YANG MUSTAHIL.
4. Karena itu, setidaknya sebagai PEMIMPIN di Keluarga Anda,apabila anda menemukan suatu masalah, bukalah setiap saran dan masukan dari setiap anggota keluarga, TAPI buatlah satu keputusan penting yang sudah anda pertimbangkan matang-matang, dan setiap anggota keluarga haruslah mematuhi Keputusan yang sudah anda ambil.
5. Apalagi jika anda menjadi pemimpin diruang lingkup yang lebih luas, Anda Harus lebih tegas dan tidak mudah goyah apabila anda sudah mengambil KEPUTUSAN, karena walaupun akan mendapat komentar yang berbeda-beda dari setiap orang,
bagaimanapun juga PRO – KONTRA itu adalah hal yang sudah biasa. TETAPLAH TEGUH PADA PENDIRIAN ANDA.


Sabtu, 03 November 2012

DI MANA LETAK KEBAHAGIAAN ?

Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, “Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”.
Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?
Malaikat pertama mengusulkan, “Letakan dipuncak gunung yang tinggi”.
Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.
Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”.
Usul itupun kurang disepakati.
Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”
Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.
Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”
Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”
Si buta tertegun..
Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”
Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Kuatnya Sebongkah Harapan.

                                                    
Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota
ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik
mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya
pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota
dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah
tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus
berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil
sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini
setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan
menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun
kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih
mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak
kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.
Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?

"Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang
guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu
menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon
meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang
ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan
harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi
dunia".
                                                  
                                                      
***********************************************************
                                                      
Tahukah Anda.
                                                  
                                                      
Menara Pisa, salah satu obyek wisata paling terkenal di
Italia, ternyata menjadi miring karena salah bikin. Dan
lebih dari itu, menara ini ternyata dibangun dalam waktu
lebih dari seabad.

Menara itu dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama
dimulai tahun 1178, yang berlangsung hingga tingkat tiga.
Pekerjaan dihentikan karena pada tahun ke lima, menara
sudah mulai miring ke selatan. Pekerjaan pembangunan
menara dihentikan hingga kira-kira 100 tahun, sebelum pada
tahun 1272 - tinggi menara ditambah 4 tingkat ke arah
berlawanan - agar menara dapat tegak.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes